Tampilkan postingan dengan label Hotel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2018

Hyoe Koyokaku Penginapan Berusia 700 tahun di Kobe, Jepang

Ngerumpi-Ah! - Arima Onsen dikenal sebagai kota dengan sumber air panas alami dan dikenal sebagai salah satu pusat sumber air panas tertua di Jepang. Bahkan, Kaisar Jepang pada zaman Asuka (552-645 masehi) pernah berkunjung ke daerah ini.

Tokoh samurai Jepang yang terkenal, Toyotomi Hideyoshi (1537-1598), seorang daimyo), juga pernah datang ke onsen (pemandian air panas) di daerah ini pada masa peperangan yaitu zaman Sengoku. Bertahun-tahun kemudian, golongan elit Kansai juga menjadi pelanggan setia Arima Onsen.

Ada dua jenis sumber air panas di Arima Onsen, yaitu kinsen atau sumber air panas keemasan dan ginsen atau sumber air panas keperakan. Kedua jenis ini mata air panas ini begitu langka karena mengandung tujuh dari sembilan zat yang ditetapkan Kementerian Lingkungan sebagai mata air panas yang bersifat medis.

Kinsen tidak hanya membuat kulit Anda menjadi lembab,, tetapi juga membuat kulit tetap hangat.

“Arima Onsen adalah sebuah distrik sumber air panas, tempat Anda biasanya hanya berada di dalam penginapan untuk menikmati sumber air panas dan boga tradisional Jepang,” ungkap Hirofumi Kishimoto yang bekerja di Hyoe Koyokaku, salah satu penginapan tertua di Arima Onsen.

Penginapan di Arima Onsen berasal dari 12 shukubo (tempat menginap di kuil Buddha). Mereka dibangun di sumber-sumber air panas sampai pada zaman Meiji. Para pengunjung menikmati berendam sumber air panas di luar shukubo. Sementara itu, hidangan tradisional Jepang dinikmati di dalam shukubo.

Shukubo kemudian berubah menjadi penginapan khas Jepang dan mulai menerima kunjungan wisatawan termasuk menyediakan aneka hidangan khas. Oleh karena itu, Anda perlu menikmati setiap menit dari pengalaman Anda menginap di Arima Onsen.

Banyak orang terpesona dengan Arima Onsen. Salah satu buktinya adalah Hyoe Koyokaku, penginapan khas Jepang yang sudah lama berdiri ini telah bertahun-tahun menarik kunjungan wisatawan.

Sebagai salah satu penginapan tertua di Arima, usianya sudah mencapai 700 tahun. Penginapan ini berlokasi di atas bukit dan berjarak hanya beberapa menit dengan jalan kaki dari pusat kota Arima Onsen.

Pada zaman Meiji, tempat ini menjadi penginapan pertama di area tersebut yang memiliki fasilitas pemandian air panas dalam ruangan. Sejak itu, penginapan ini menerima kunjungan wisatawan baik yang berasal dari Kansai maupun dari luar Kansai, lengkap dengan hidangan sesuai musim. Para tamu bisa menikmati berendam di tiga pemandian air panas dalam ruangan yang dialiri kinsen.

Ketiga pemandian ini memiliki atmosfer yang berbeda-beda. Jadi Anda bisa mencoba semuanya selagi Anda menginap. Anda akan merasakan kualitas terbaik Arima dengan atmosfer santai nan menenangkan hingga mampu membuat Anda melupakan rutinitas sehari-hari yang melelahkan. Kamar tipe standard begitu luas dan nyaman.


Pada foto di atas adalah jalan dari sayap utara bangunan menuju San no Yu atau pemandian air panas yang ketiga.


Ichi no Yu atau pemandian air panas yang pertama, memiliki jendela besar dengan panorama gunung dan taman khas Jepang. Kisi-kisi atap dibuat dengan cantik. Ada juga tempat pemandian di luar.


Ni no Yu, atau pemandian air panas kedua, memiliki pilar yang simetris dan penerangan seperti tempat pemandian bergaya Romawi. Di sini, pemandian luar ruangan dibuat dengan gaya barat. Ada juga bubble bath dan sauna.


San no Yu dibangun seperti tempat pemandian medis tradisional. Jika menginap lebih dari dua orang, makanan bisa disajikan di dalam kamar. Anda bisa menikmati hidangan satu per satu, sambil mengobrol dengan santai.

Anda bisa menyewa yukata yang beraneka warna di area lobby. Yukata adalah sejenis kimono namun berbahan tipis dan pemakaiannya lebih sederhana. Yukata tersedia untuk perempuan dan laki-laki, serta disewakan dengan tarif 1.000 yen. Dengan mengenakan yukata, tentu membuat pengalaman berjalan di dalam penginapan lebih berkesan.


Setelah berendam, ada tempat khusus untuk Anda bersantai dan melihat ikan mas berenang


Di sepanjang lorong menuju kamar, tergantung gambar dan foto yang menunjukkan sejarah penginapan.

Tamu akan disambut dengan teh dan aneka kudapan saat masuk ke dalam kamar, sehingga tamu bisa istirahat sejenak setelah perjalanan mereka ke Arima Onsen. Sementara itu saat makan malam, setiap hidangan akan disajikan ke kamar secara satu per satu. Tamu pun jadi bisa benar-benar menikmati setiap hidangan dan juga waktunya untuk bersantai tanpa tergesa-gesa menghabiskan makanan.

“Apa yang spesial di sini adalah boga,” kata Kishimoto. Saat ini ada banyak penginapan yang menggunakan bahan makanan produksi lokal. Namun penginapan-penginapan di Arima Onsen memakai bahan berkualitas tinggi dari berbagai daerah di Jepang. Selain itu sejak lama makanan yang disajikan adalah kaiseki-ryori, hidangan lengkap berupa makanan tradisional Jepang.

Daging kobe dan bahan berkualitas tinggi dari gunung dan laut, dijadikan kaiseki yang indah. Arima begitu bangga telah menggunakan bahan-bahan dari berbagai daerah di Jepang. Hal ini mungkin terjadi karena banyaknya tamu elit yang datang ke Arima. Namun di sisi lain, hal ini menjadi identitas tersendiri bagi Arima.


Ada juga prasmanan untuk hidangan manis dan hidangan lain yang akan menarik bagi tamu dari generasi yang lebih muda.

Di Koyokaku, ketiga tempat pemandian air panas bisa dinikmati tamu setelah menikmati makan malam. Tamu juga bisa bermain tenis meja, bersantai di bar, atau berjalan-jalan di kota saat matahari terbenam.

Tenis meja tersedia jika Anda melakukan pemesanan sebelumnya. Tarif menggunakan tenis meja adalah 1.000 yen unttuk 40 menit. Tersedia pula karaoke.


Ruang spa juga tersedia. Selepas badan jadi hangat karena berendam dalam kinsen, saatnya bersantai dengan pijatan dan aromaterapi.

Informasi Tempat: 
Hyoe Koyokaku 
Alamat :1904 Hyogo-ken, Kobe-shi, Arimacho, Kita-ku, Waktu check-in: 14:30 / Waktu check-out: 11.00
Tarif (1 kamar untuk 2 orang): dengan prasmanan (19.764 yen per orang), makan di kamar (27.324 yen per orang)
Akses: Cukup berjalan sekitar enam menit dari Stasiun Arima Onsen Station melalui Kobe Electric Railway. Provided by Kansai Walker™, Japan Walker™, and Walkerplus™ (2 February 2018)




Kamis, 17 Mei 2018

8 Hal yang Jangan Dilakukan Saat Menginap di Hotel

Ngerumpi-Ah! - Karena merasa sudah membayar, banyak tamu hotel yang menganggap bebas melakukan apa pun di kamar. Padahal, ada aturan yang wajib diketahui agar kita tak dikenakan denda.

1. Memecahkan sesuatu dan tak memberi tahu

 Kadang kita tak sengaja menyentuh barang yang ada di kamar hotel dan memecahkannya. Misalnya, gelas, piring, atau benda pecah belah lainnya. Jika melakukannya, segeralah melapor pada staf hotel. Sebab, staf hotel atau tamu berikutnya akan mendapatkan masalah kalau kita memilih merahasiakannya. Matthew, founder thetravelblogs.com, mengatakan seorang tamu hotel pernah menginjak pecahan gelas. "Pecahan gelas sulit untuk terlihat. Jadi, meskipun kamar hotel telah dibersihkan, bisa saja ada yang terlewatkan," kata Matthew.

2. Memasak tanpa peralatan yang tepat 

Seringkali kita ingin menghemat pengeluaran saat tengah bepergian. Ryazan Tristram, fotografer dan travel blogger untuk everythingzany.com mengatakan, beberapa tamu kemudian membawa peralatan masak portable dan memasak di hotel. Hati-hati, ini bisa menimbulkan masalah jika hotel yang disinggahi tak memiliki area dapur. "Peralatan masak itu bisa memicu sistem alarm kebakaran atau bahkan memicu kebakaran itu sendiri. Jadi, konsumsilah makanan yang tak perlu dimasak saat kita menginap di hotel," ujarnya.

3. Meninggalkan barang berharga 

Meski tampak aman, namun bahaya meninggalkan perhiasan di kamar hotel tetap ada. Ada saja pihak-pihak yang jahil dan ingin mengambil perhiasan tersebut saat kita tak ada di kamar hotel. Apalagi jika kita meninggalkannya tergeletak di tempat terbuka. Kecuali, jika hotel yang disinggahi menawarkan keamanan khusus, seperti penggantian jika ada barang hilang.

4. Mandi dengan pintu terbuka 

Tak ada yang melarang mandi dengan air panas di hotel. Namun, hati-hati untuk tidak membiarkan pintu kamar mandi terbuka. "Air panas hotel bisa memicu sistem alarm kebakaran di hotel jika kita membiarkan pintu kamar mandi terbuka," kata Tristram.

5. Merokok di kamar bebas rokok 

Beberapa orang tak tahan untuk tidak merokok meski kamar yang disinggahi adalah kamar bebas rokok. Bryony Summer, owner dan editor coastingaustralia.com menyebutkan, beberapa masalah bisa terjadi jika hal itu tetap dilakukan. Misalnya dengan menutup alarm rokok dan merokok di tempat tidur. Hal ini bisa membahayakan keamanan mereka dan tamu-tamu lainnya.

6. Menggunakan bantal sofa 

Jika kamu menemukan bantal sofa atau bantal yang berukuran kecil di kamar hotel (seperti di sofa atau atas tempat tidur), janganlah langsung memakainya. Apalagi jika bantal tersebut tidak dilapisi kembali dengan sarung bantal yang bisa diganti. Sebab, bantal tersebut biasanya tak dibersihkan dengan sempurna. "Petugas hotel baru menggantinya jika bantal tersebut berubah warna atau mengeluarkan bau yang mengganggu. Dalam kata lain, kamu bisa saja menggunakan bantal bekas wajah, bokong, atau bagian tubuh orang lain," kata traveler dan co-onwner traveloffpath.com, Kashlee Kucheran.

7. Mengirim informasi sensitif dengan Wifi hotel 

Jangan pernah mengirimkan informasi atau hal penting lainnya menggunakan WiFi hotel, kecuali dengan enkripsi. "Hal itu akan membuat pesan kita mudah dibajak," kata Vice President ExpressVPN, Harold Li.

8. Membawa binatang peliharaan 

Beberapa tamu hotel tergoda membawa binatang peliharaan saat mereka menginap di hotel. Jangan pernah lakukan itu tanpa sepengetahuan petugas hotel. Sebab, binatang akan meninggalkan jejak, dari bulu hingga bau. Hal itu akan mengakibatkan biaya pembersohkan kamarmu meroket jika melakukannya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More