Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Tips dan Langkah-Langkah Memulai Wirausaha

Ngerumpi-Ah! - Wirausaha menjadi salah satu upaya yang sering dilakukan banyak karyawan untuk terlepas dari berbagai rutinitas kantoran. Sebagian alasannya karena didorong kebutuhan ekonomi sekaligus agar dapat mengontrol pendapatannya sendiri.

"Penurunan ekonomi secara tidak langsung memaksa orang untuk berpikir lebih kreatif tentang cara mendapatkan uang, dan umumnya orang juga mempertanyakan keamanan pekerjaan mereka sekarang dibanding sebelumnya," ungkap Chris Guillebeau, penulis buku The Art of Non-Conformity.

Menurut Tory Johnson, seorang reporter televisi dan pemilik bisnis, ia memutuskan untuk berwirausaha setelah mengambil pensiun dini dari pekerjaan sebelumnya. "Rasa aman dalam penghasilan sebenarnya diketahui ketika Anda tahu kalau sumber penghasilan Anda tak hanya bergantung pada satu sumber saja, atau tergantung pada orang yang setiap saat bisa saja memecat Anda," tukasnya.

Namun sebelum berwirausaha, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mendapatkan ide bisnis.

Minat
"Pikirkan apa yang benar-benar Anda ingin lakukan. Mungkin sesuatu yang biasa dikerjakan di kantor Anda dulu, meskipun Anda tak menyukainya, atau justru sangat Anda sukai. Apapun bentuknya, hal tersebut bisa mengajarkan baik-buruk yang mungkin akan muncul saat memulai bisnis," ungkap Tara Gentile, konsultan wirausaha.

Guillebeau juga menyarankan untuk mendengarkan saran dari orang-orang terdekat, dan berkonsultasi dengan konsultan bisnis. Kemudian mulailah untuk membuat blog yang menjelaskan tentang bisnis Anda, membuka rekening khusus untuk bisnis, lalu mulai berbisnis.

Motivasi
Selain uang untuk menambah penghasilan, sebaiknya cari motivasi lain Anda untuk mulai berbisnis. Menurut Johnson, motivasi selain tambahan penghasilan akan membantu Anda agar tak hanya berorientasi pada uang semata. "Bagi saya, ini adalah suatu bentuk perlindungan dan upaya untuk menghindarkan keluarga saya dari pengalaman buruk tentang banyaknya slip tagihan yang datang," tukas Johnson.

Motivasi lain yang bisa menjadi alasan untuk berwirausaha adalah mungkin untuk membantu biaya pengobatan salah satu anggota keluarga. Mengetahui motivasi lain selain uang juga akan membuat Anda lebih mudah bertahan untuk melewati segala tantangan yang ada.

Side job
Pamela Slim, penulis buku Escape from Cubicle Nation, menggunakan  istilah "sampingan" untuk menunjuk cara menghasilkan uang dengan berwirausaha. Terkadang orang selalu takut untuk memulai segala sesuatunya dari bawah, karena akan mempertaruhkan semua yang sudah didapatkan dari pekerjaan tetap. Memiliki pekerjaan sampingan tak hanya membuat Anda menjalankan sebuah bisnis baru dengan resiko kecil, tapi juga sekaligus sebagai rencana cadangan jika suatu saat Anda bermasalah dengan pekerjaan Anda.

"Para pekerja pun akan berpikir tentang kestabilan ekonomi perusahaan, meski tak benar-benar hancur, Anda tahu bukan hal yang baik jika hanya tergantung pada perusahaan," ungkapnya. Menurut survei yang dilakukan Elance, sebuah perusahaan freelance market, tiga dari 10 responden tetap bekerja di perusahaan sembari berwirausaha.

Jangan menjual barang yang sama
Slim mengingatkan bahwa dalam berwirausaha, Anda sebaiknya tidak menjual produk yang sejenis dengan yang diproduksi oleh perusahaan Anda. Karena bisa saja, perusahaan Anda akan mengklaim berbagai produk yang Anda ciptakan saat Anda masih berada dalam jam kerja perusahaan.

Manfaatkan teknologi
Twitter, blog, Facebook, dan berbagai jejaring sosial lainnya merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk membangun sebuah bisnis kecil-kecilan. "Ini sangat mudah dilakukan siapa saja, dan sangat mudah membuat website untuk menjual produk Anda," ungkap Slim. Jika dulu, lokasi usaha merupakan salah satu halangan untuk menjual berbagai produk usaha Anda, maka kini Anda bisa membuat sebuah website di kota asal Anda, dan menjual produk Anda ke seluruh dunia.

Tambah teman
Sekarang ini, pemasaran melalui blog dan internet seringkali berfokus pada pentingnya membangun satu merek untuk menggalang hubungan yang erat antara Anda dan pelanggan. Namun, Gentile mengatakan hal tersebut bukanlah menjadi tujuan utama. Website yang dikelolanya setiap hari dikunjungi 1.000 orang, dimana jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan blog-blog para bintang ternama. Namun, yang paling penting adalah berapa jumlah uang yang bisa Anda dapatkan dari pengunjung blog tersebut.

Berhenti berencana dan bergeraklah
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan untuk menjadi seorang wirausaha adalah terlalu lama berpikir dan menyusun rencana. "Sebagian besar orang sulit menemukan produk apa yang akan dijual. Mereka terlalu banyak berpikir detail, padahal yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulainya," ungkap Slim. Terkadang, banyak orang takut untuk memulai usaha karena mereka khawatir akan gagal dan ditolak pasar.

Optimis
"Kesuksesan tidak akan datang dengan instan, tapi butuh proses. Namun, jika Anda memulainya dengan rasa pesimis, semuanya akan gagal," ungkap Johnson. Inilah sebabnya keyakinan untuk berhasil dalam bisnis adalah hal yang sangat penting, karena berguna untuk memacu semangat Anda menghadapi setiap tantangan.

Menikmati hasil kerja keras Anda
Ada rasa puas dan kebanggaan tersendiri yang bisa Anda capai ketika Anda bisa menjalankan semua bisnis Anda dengan jerih payah Anda sendiri. Tak ada salahnya ketika bisnis Anda sudah membuahkan hasil, Anda sedikit menikmati liburan. Anda juga lebih bisa menikmati pekerjaan Anda dengan cara mengatur sendiri semua bisnis Anda dibandingkan saat Anda menjadi pekerja.

Rabu, 14 September 2011

Tips Memulai Bisnis Sendiri untuk Para Pegawai

Ngerumpi-Ah! - Jika sudah bosan menjadi pegawai, selalu ada jalan untuk memulai bisnis. Karyawan juga bisa merancang bisnis asalkan menyiapkannya dengan baik.

Menjadi karyawan bertahun-tahun nyatanya tak memberikan Anda kepuasan, lantaran hasrat begitu menggebu untuk menjadi wirausahawan. Apa pun pilihan profesi Anda, karyawan atau wirausahawan, jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Dari setiap keputusan yang Anda pilih akan ada harga yang harus dibayarkan.

Valentino Dinsi, dalam bukunya Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, memberikan dua resep bagi Anda yang bosan menjadi karyawan, dan ingin segera beralih profesi dan memulai bisnis:

1. Cuti menyiapkan bisnis
Ambil cuti di luar tanggungan perusahaan, 6 bulan sampai dua tahun setelah siap mental, finansial, dan sebagainya. Dengan syarat setelah mengambil cuti di hari pertama berarti bisnis sudah harus berjalan. Jika usaha berkembang, maka Anda dapat memutuskan untuk keluar dari kantor. Namun jika gagal, Anda bisa kembali bekerja sambil menyiapkan mental, modal, dan mengevaluasi kesalahan untuk melakukan bisnis kembali pada suatu saat.

2. Siapkan manajemen
Sambil bekerja, Anda bisa memulai membangun bisnis impian. Percayakan kepada orang terdekat mengenai pengelolaan bisnis. Namun untuk keuangan, Anda harus kontrol langsung.

Pada saat hasil dari bisnis sampingan sudah menyamai gaji di kantor, maka Anda berhak mempertimbangkan untuk keluar. Perhitungannya seperti ini, dengan bekerja penuh waktu 160 jam selama satu bulan, gaji Anda hanya Rp 1 juta. Sedangkan melalui bisnis sampingan paruh waktu, Anda bisa berpenghasilan dua kali lipat dari pendapatan Anda saat  ini.

"Seorang entrepreneur bukan seorang gambler (penjudi) atau risk avoider (orang yang selalu menghindari risiko). Melainkan seorang risk taker, risk calculator, yaitu orang yang berani mengambil dan menghitung risiko," tandas Valentino.

Kamis, 11 Agustus 2011

Langkah-langkah Membuka Toko Online

Ngerumpi-Ah! - Jangan biarkan ide bisnis hanya tersimpan di kepala Anda. Segera wujudkan bisnis impian. Membuka toko online bisa menjadi pilihan. Apalagi kini jangkauan akses internet semakin luas, dan semakin banyak orang yang melek internet. Untuk memulai bisnis online, Anda bisa meniru cara Nuniek Tirta Ardianto, pemilik butik online baju hamil dan menyusui HamilCantik.

1. Nama domain
Saat berencana membuka toko online, hal pertama yang perlu dipikirkan adalah nama domain. Memilih nama bukan pekerjaan mudah, namun terkadang ide segar bisa muncul begitu saja dan membawa hoki.

"Saya langsung terpikir hamilcantik.com hanya dalam hitungan menit, saat itu juga saya minta suami untuk membelikan domainnya," kata Nuniek kepada Kompas Female.

2. Beli domain dan hosting

Untuk mendapatkan domain pribadi, Anda perlu membelinya dengan membayar per tahun. Begitu juga dengan biaya jasa hosting tahunan. Biaya-biaya ini tak mahal. Untuk sewa jasa hosting saja, sejumlah provider menyediakan biaya mulai Rp 50.000. Sewa jasa hosting bervariasi tergantung kapasitas bandwidth. Jika memilih akses internet unlimited tentunya jasa sewa hosting lebih tinggi. Untuk membeli domain, Nuniek mengeluarkan biaya Rp 110.000 per tahun.

3. Desain website
Yang juga penting saat membuka toko online adalah desain layout website. Anda bisa menggunakan jasa desain website untuk mendapatkan tampilan toko yang menarik. Pilihan lain yang lebih murah juga layak dicoba. Seperti cara Nuniek, yang memilih program dan desain template gratisan dari QuickCart, tinggal ganti logo dan warna saja.

"Meski suami saya adalah programmer IT tapi saya pilih opensource supaya mudah saja dan lebih familiar. Saya tidak terlalu memusingkan konsep yang canggih. Konsep toko online yang sederhana pun cukup selama pelanggan dan penjual merasa nyaman," katanya.

4. Promosi
Promosi produk sebenarnya bisa dilakukan berbarengan dengan menyiapkan toko online. Namun ketika toko online sudah siap, promosi lebih lengkap lagi karena Anda bisa menyertakan website toko.

"Awalnya saya promosi melalui berbagai milis selama sebulan, lalu blogwalking, dan Facebook. Saya jarang sekali mengeluarkan dana untuk beriklan, hanya Facebook banner dan iklan di tabloid sesekali," jelas Nuniek.

Seiring kesuksesan bisnis online yang dikelolanya, promosi pun menyebar dari mulut ke mulut. Nuniek bahkan mengaku kini tidak pernah lagi beriklan promosi. Nama HamilCantik sudah dikenal dan memiliki banyak pelanggan. Kepercayaan pelanggan dan publikasi di media massa diakui Nuniek mendongkrak nama butik online miliknya.

"Saya juga sangat terbantu dengan eksposure di media massa yang menulis atau meliput tentang Hamilcantik, seperti TransTV, Kompas, tabloid Nova, majalah Mother & Baby, majalah Ayah Bunda, tabloid Peluang Usaha, dan lainnya," tandas Nuniek.

sumber:http://female.kompas.com/read/2011/06/14/18551659/4.Langkah.Membuka.Toko.Online

Kesalahan-kesalahan Pengelolaan Keuangan pada Wirausaha Muda

Ngerumpi-Ah! - Sebagai pengusaha muda, wajar jika Anda masih dalam tahap belajar dan membuat kesalahan. Namun, siapa pun pasti tak akan senang apabila kesalahan tersebut menyangkut masalah keuangan. Mencampuradukkan dana pribadi dan bisnis, misalnya, kerap dilakukan para entrepreneur muda. Masalah yang bisa ditimbulkan, misalnya, Anda juga tidak dapat menyediakan catatan pengeluaran yang jelas ketika dilakukan audit.

"Banyak wirausaha sukses yang tersita oleh bisnis yang sedang dilakukan sehingga beberapa prioritas keuangan pribadi mereka terabaikan," ujar Eric Johnson, senior client strategist di Signature, firma manajemen kekayaan yang berbasis di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat.

Menurut dia, ada enam kesalahan pengelolaan keuangan yang biasa dilakukan wirausaha muda. Anda perlu tahu agar dapat menemukan strategi untuk menghindarinya.

1. "Over"-investasi
Enggak asyik, dong, kalau bisnisnya di bidang lifestyle, tetapi menyewa kantor atau ruang usahanya di ruko? Boleh saja Anda berpikir begitu. Agar terkesan profesional, memang banyak wirausaha muda yang rela mengorek tabungannya, misalnya untuk menyewa kantor di tempat yang hip atau membeli peralatan atau perabotan mewah. Namun, menghabiskan terlalu banyak untuk pengeluaran yang tidak penting-penting amat bisa mengikis keuangan pribadi Anda dengan cepat, lho.

Alexa von Tobel, pendiri dan CEO LearnVest.com, mengatakan, tabungan atau modal bisa habis sebelum Anda sempat memproduksi barang atau jasa untuk dijual. "Gunakan setiap uang yang Anda miliki untuk menciptakan produk yang baik, dan tunjukkan kepada pengguna. Kalau produk Anda tidak bagus, tidak ada harapan untuk maju," katanya.

2. Tidak menggaji diri sendiri
Pemilik bisnis muda cenderung menanamkan semua sumber daya ke dalam bisnis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sulit jika bisnis harus membiayai kehidupan pribadi Anda. Seperti karyawan yang lain, berikan gaji secukupnya untuk Anda sendiri untuk memastikan keuangan pribadi Anda tetap sehat dan terpisah dari bisnis. Namun, jangan mentang-mentang Anda pemilik bisnis ini lantas memberi gaji  tinggi untuk Anda. Anda harus menyediakan cukup banyak dana untuk bisnis Anda supaya tetap dapat beroperasi dalam masa-masa sulit.

3. Tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk
Kalangan muda sering berpikir bahwa mereka sangat berpotensi dan tak mungkin gagal. Akan tetapi, siapa pun bisa gagal, dan Anda perlu membuat rencana setelah memprediksi kemungkinan terburuk. Buat sebuah rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung bisnis ketika Anda tak mampu menjalankannya. Jika Anda mempunyai rekanan dan bisnis Anda tidak mudah dijual, Eric Johnson menyarankan untuk membuat suatu perjanjian jual-beli. Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu pemilik bisnis meninggal, dan biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pemilik bisnis.

4. Mencampur aset bisnis dan pribadi
Entah itu menjamin pinjaman secara pribadi atau meminta orangtua Anda membeli rumah kedua, meningkatkan aset pribadi untuk tujuan bisnis tidak akan baik bagi kondisi keuangan pribadi. Mengapa demikian? Bayangkan, ketika bisnis Anda menurun, para kreditor bisa saja mengejar aset pribadi Anda.

"Anda seharusnya hanya menggunakan jaminan dari bisnis. Jadi, ketika bisnis Anda merosot, Anda tidak bertanggung jawab secara pribadi terhadap pinjaman tersebut," kata Lynn Mayabb, senior managing advisor BKD Wealth Advisors di Kansas City.

5. Menggunakan kartu kredit pribadi untuk tujuan bisnis
Akan sangat berisiko jika Anda bergantung pada kartu kredit pribadi untuk membiayai usaha ketika bank tidak bersedia memberikan dana untuk Anda. Anda bisa saja tergoda untuk men-charge hal-hal yang tidak seharusnya pada kartu kredit pribadi. Mencampur tagihan bisnis dan pribadi bisa menimbulkan kekacauan organisasi. Jika bisnis Anda diaudit, Anda tentu harus menyediakan catatan pengeluaran bisnis paling tidak tiga tahun ke belakang. Mampukah Anda menyediakannya? Sudah pasti tidak. Jadi, sebaiknya Anda membuat kartu kredit khusus untuk urusan bisnis, dan hanya digunakan untuk pengeluaran bisnis yang penting.

6. "Merampok" kas perusahaan
Ketika berhasil melakukan penjualan yang hebat dalam dua atau tiga bulan, pengusaha muda biasanya akan menjadi kelewat percaya diri, begitu menurut Mayabb. Pengusaha yang belum berpengalaman kemudian akan mulai menghabiskan arus kas perusahaan tanpa pandang bulu. Ambil contoh, ketika membutuhkan mobil operasional, mereka akan membeli mobil-mobil terbaik (dalam arti dengan merek terbaik dan harga yang lebih mahal), lalu menyadari bahwa pada beberapa bulan berikutnya ternyata tidak terjadi penjualan yang berarti. 

sumber:http://female.kompas.com/read/2011/08/10/13394519/6.Kesalahan.Keuangan.Wirausaha.Muda

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More