Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 April 2018

Pengen Ngetren? Rutin Minum Smoothie!!

Ngerumpi-Ah! - Minuman sehat yang saat ini banyak digandrungi oleh masyarakat adalah smoothie ataupun jus. Mengonsumsi smoothie dan jus ternyata dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dari buah dan juga sayuran.

Hal ini juga merupakan salah satu strategi, khususnya bagi para ibu rumah tangga yang memiliki anak, untuk mengolah buah dan sayuran dengan cara lebih praktis dan menyenangkan dibandingkan dengan menyajikannya secara langsung.

Meskipun Indonesia menghasilkan aneka ragam sayur dan buah-buahan, konsumsi buah dan sayur masih belum sesuai dengan anjuran. Hal tersebut terlihat dari hasil penelitian riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada tahun 2010 menyatakan masih banyak penduduk yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Sementara data Riskesdas tahun 2013 menemukan sebanyak 93,5 persen penduduk berusia lebih dari 10 tahun mengonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran. Padahal, konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang.

"Kami memahami bahwa tidak semua orang, terutama anak-anak, gemar mengonsumsi sayur ataupun buah-buahan. Untuk itu, Philips terus berinovasi menghadirkan produk-produk yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut untuk mendukung gaya hidup sehat. Dengan produk Duravita Tritan Jar yang kuat dan memiliki durabilitas tinggi ini, kami menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menyiapkan minuman sehat secara cepat dan praktis," kata Yongky Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia saat ditemui di Jakarta, Kamis, (12/04/2018)

Pendiri Lagizi, Jansen Ongko menjelaskan dengan pengolahan yang tepat, buah dan sayuran, merupakan sumber nutrisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan asupan bagi tubuh kita.

"Mengonsumsi buah dan sayur dalam bentuk smoothie atau jus membantu kita dalam mencukupi kebutuhan serat dan vitamin untuk tubuh, sehingga membantu kita menerapkan gaya hidup sehat dengan cara praktis," ujar Jansen Ongko.

Masih menurutnya, agar smoothie dan jus yang dikonsumsi lebih bermanfaat bagi tubuh, kita perlu mengetahui jenis-jenis dan kandungan buah atau sayuran apa yang cocok untuk dikonsumsi dalam bentuk smoothie maupun jus.

"Dengan begitu kita bisa berkreasi membuat paduan buah dan sayur untuk menghindari rasa bosan," tambah Jansen.

Kamis, 06 Agustus 2015

7 Trik Mengurangi Makan Tanpa Menyadarinya

Ngerumpi-Ah! - Salah satu cara menurunkan berat badan adalah dengan membatasi kalori yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, menghitung kalori setiap makan tentu sangat menyebalkan. Begitupun menghindari makanan tertentu, seperti burger atau kentang goreng, tentu Anda akan melakukannya dengan berat hati. Bill Phillips, Editor in Chief of Men’s Health mengungkapkan ada 7 teknik yang bisa dilakukan untuk mengembalikan perut rata dan kesehatan tubuh Anda.


1. Isi ulang
Berencana pergi makan malam di luar bersama teman? Setengah jam sebelum pergi, konsumsi 200 kalori lebih dulu, Anda bisa makan camilan yang setidaknya mengandung 15 gram protein. Dengan perut yang dipenuhi protein mengenyangkan, hormon rasa lapar pun akan menurun. Sehingga, saat di restoran, Anda akan mengonsumsi lebih sedikit kalori. Dua makanan ringan yang bisa jadi pilihan adalah susu yang mengandung protein atau apel dengan irisan keju, selain mengandung serat juga mengandung lemak.
 
2. Berhenti sebelum kenyang
Saat makan, bayangkan pengukur tangki bensin mobil mendeteksi isi perut Anda. E atau empty berarti Anda lapar dan F atau Full berarti Anda kenyang. Tujuannya untuk menjaga setengah atau tiga seperempat isi perut. “Jadi, makanlah sebelum perut terlalu kosong dan berhentilah makan ketika Anda merasa puas atau cukup, sebelum perut membesar karena terlalu kenyang,” ujar Matt Lawson, M.A., pelatih penurunan berat badan dari iBehaviorCoach.

3. 
Kunyah hingga halus
Anda tentu pernah mendengar saran ini sebelumnya, kunyahlah setiap makanan yang masuk ke dalam mulut sebanyak 40 kali. Nyatanya, memang ada fakta ilmiah di balik itu. Dalam sebuah penelitian, pria yang mengunyah lebih banyak dalam setiap suapan, makan 12 persen lebih sedikit dibanding mereka yang mengunyah 12 kali. Para peneliti percaya, mengunyah makanan lebih lama sebelum menelannya, mempercepat pelepasan hormon usus yang berkaitan dengan rasa kenyang.
 
4. Makan layaknya kritikus restoran
Luangkanlah waktu untuk mencatat tekstur makanan, tasa dan aroma dari makanan yang Anda konsumsi. Pikirkan tentang dari mana asal dan sumbernya. Katakan pada diri sendiri, “Wow, daging yang diberi makan rumput dari Wyoming ini sangat lezat.”  Ungkapan seperti ini dapat menciptakan memori makanan lebih jelas, yang kemudian nantinya akan membuat Anda kenyang lebih lama, sebuah studi di Inggris menemukannya. Makan dengan penuh kesadaran akan memperlambat Anda memasukkan makanan ke dalam mulut.
5. Rencanakan belanja bahan makanan
Sebuah studi di JAMA Internal Medicine melaporkan, bahwa belanja saat lapar umumnya akan membuat Anda memenuhi keranjang belanja dengan berbagai makanan tinggi kalori. Waktu terbaik untuk belanja adalah  setelah sarapan di akhir pekan, ujar Anita Mirchandani, R.D., seorang pakar diet dari New York. Jika waktunya tidak tepat, lakukan sebelum pergi menikmati akhir pekan Anda. Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa belanja bahan makanan dengan daftar akan mengurangi kemungkinan Anda membeli makanan tinggi kalori yang menggoda mata Anda.
 
6. Beli alat makan baru
Rata-rata piring di Amerika ukurannya telah diperbesar 23 persen dari abad lalu. Tak heran jika di masa ini, ukuran pinggang banyak orang melebar seperti balon. Tapi, Anda bisa mengakalinya dengan memilih piring berwarna atau bermotif. Piring model ini akan membuat porsi kecil terlihat besar,  karena piring akan terlihat berisi, menurut hasil penelitian yang telah diterbitkan di International Journal if Obesity.

7. H
ati-hati terjebak porsi sangat besar
Restoran sering kali menyajikan menu dengan porsi berlebihan. Misalnya saja hamburger yang seharusnya hanya berukuran 2,5 ons di restoran umumnya disajikan dengan ukuran 5,3 ons. Untuk menghindari makanan berlebih, hindari menghabiskannya seorang diri. Bagi dengan teman dan hapus pikiran bahwa Anda tak kenyang dengan setengah porsi.

Rabu, 08 April 2015

Ini 4 Faktor Penting Mengapa Pria Lebih Mudah Turunkan Berat Badan Ketimbang Wanita

Ngerumpi-Ah!- Menurunkan berat badan umumnya dilakukan dengan menjalani diet sehat dan rutin olahraga. Fakta menarik terungkap, bahwa perbedaan gender turut berpengaruh terhadap keberhasilan diet yang dilakukan seseorang. Sejumlah penelitian menunjukkan, pria lebih cepat turun berat badannya dibandingkan wanita.

Retailer asal Inggris, Marks & Spencer, melakukan survei yang melibatkan 1.850 reponden pria dan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria cenderung lebih cepat menurunkan berat badan serta lebih mampu mempertahankannya agar tidak kembali gemuk.

Penelitian lainnya juga menunjukkan kalau pria lebih 'hebat' soal urusan diet ketimbang wanita. Studi tersebut membandingkan pria dan wanita yang menjalani berbagai program diet populer seperti Atkin, SlimFast, Rosemary Conley dan Weight Watchers.

Dalam dua bulan, pria berhasil menurunkan berat badan dua kali lebih banyak ketimbang wanita. Kenapa pria bisa lebih mudah turun berat badan dibandingkan lawan jenisnya? Ini beberapa alasannya yang mungkin bisa para wanita tiru.

1. Metabolisme Tubuh Pria Lebih Cepat
Secara umum, anatomi tubuh pria lebih besar ketimbang wanita. Semakin besar tubuh maka energi yang terbakar ketika bergerak lebih banyak, bahkan ketika hanya duduk di sofa sambil melakukan aktivitas ringan. Metabolisme tubuh pria juga lebih cepat ketimbang wanita sehingga kalori yang terbakar setiap harinya juga lebih banyak. Yang perlu dilakukan pria jika ingin turunkan berat badan hanya satu, cukup mengurangi porsi makan.

2. Pria Lebih Berotot
Pria cenderung memiliki otot lebih banyak daripada wanita. Tubuh dengan komposisi otot yang lebih tinggi artinya bisa membakar kalori lebih banyak dalam waktu singkat. Jika pria rajin melakukan aktivitas kardiovaskular (mempercepat detak jantung) seperti jogging, berenang, aerobik dan treadmill maka mereka tentu akan lebih cepat turun berat badan dan melangsing ketimbang wanita. Maka dari itu, disarankan para wanita untuk melakukan latihan pembentukan otot terlebih dahulu, lalu diikuti atau diserta dengan latihan kardiovaskular.

3. Kombinasi Diet Sehat dan Olahraga
Survei yang dilakukan Marks & Spencer juga menunjukkan, sebanyak 28 persen pria mengombinasikan diet sehat dengan olahraga rutin. Sedangkan 23 persen memilih lebih banyak jalan sehat dan 20 persen mengurangi makanan tinggi lemak. Sekali pria bertekad untuk turunkan berat badan maka dia akan konsisten melakukannya hingga targetnya terpenuhi.

4. Wanita Kurang Disiplin
Kaum hawa cenderung memasang target penurunan berat badan yang lebih realistis, tapi sayangnya banyak di antara mereka yang tidak disiplin untuk mematuhi aturan diet sesuai waktu yang ditentukan. Wanita seringkali mudah tergoda untuk ngemil makanan berkalori tinggi karena ajakan teman.

Selasa, 07 April 2015

5 Faktor yang Membuat Berat Badan Mudah Naik-Turun

Ngerumpi-Ah! Keberhasilan diet biasanya diukur dari berapa banyak penurunan berat badan. Menimbang berat badan pun menjadi ritual yang tidak dilewatkan begitu para pelaku diet mulai menjalankan program pelangsingan.

Namun angka kilogram yang terlihat pada timbangan ternyata tidak selalu merefleksikan apakah diet yang dilakukan berhasil atau tidak. Sebab, banyak faktor yang menyebabkan berat badan seseorang naik atau turun dan ini beberapa di antaranya.

1. Komposisi Tubuh
Berat badan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam tubuh manusia terdapat lemak, tulang, otot dan air. Faktor-faktor itulah yang sangat berpengaruh terhadap bobot Anda. Dalam sehari, berat Anda bisa saja turun sebanyak 1-2 kilogram namun esok harinya bisa kembali bertambah.

2. Asupan Makanan dan Minuman
Jika Anda menimbang segera atau satu jam setelah makan, sudah tentu alat timbangan akan menunjukkan perubahan berat badan. Setelah makan, berat badan Anda akan bertambah sekitar 500 gram hingga 1 kg. Sementara segelas air putih yang diminum sesaat sebelum naik timbangan bisa 'menipu' berat badan Anda sebenarnya, menambah 250-500 gram.

3. Waktu
Berat badan Anda paling ringan saat di pagi hari saat bangun tidur, terutama setelah Anda buang air besar. Sementara di malam hari, berat badan bisa bertambah hingga 1 kg.

4. Pilihan Makanan
Makan berat atau terlalu banyak minum alkohol di malam hari akan menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Sehingga ketika bangun di keesokan paginya, berat badan Anda bisa bertambah hingga 2 kg.

5. Aktivitas Fisik
Jika Anda melakukan latihan kardio dan kekuatan secara rutin, kemungkinan besar tubuh akan mengubah lemak menjadi otot. Seperti diketahui, otot lebih padat daripada lemak sehingga berat badan bisa saja bertambah beberapa gram atau kilogram ketika Anda menimbangnya.

Begitu banyak faktor yang memengaruhi berat badan, sehingga bobot tubuh Anda sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan diet. Menimbang berat badan pun sebaiknya tidak dilakukan setiap hari, karena bisa 'menipu' Anda.

Seperti dikutip dari Health Me Up, Anda disarankan menimbang berat badan dua minggu atau sebulan sekali saja. Cara ini akan lebih efektif untuk mengontrol perubahan berat badan atau mempertahankan berat badan yang menurut Anda sudah cukup ideal. Selain itu Anda juga perlu menambahkan indikator lain dengan mengukur lebar lingkar pinggang dan penghitungan indeks massa tubuh.

Senin, 14 November 2011

Ternyata Sarapan Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Ngerumpi-Ah! - Melewatkan sarapan sering dianggap sebagai taktik penurunan berat badan yang cukup efektif. Akhirnya banyak orang memotong kalori dari asupan harian dengan melewatkan sarapan lebih mudah untuk dilakukan. Namun, sayangnya hal tersebut justru bukan merupakan cara diet yang efektif.

Diet untuk mendapatkan berat badan yang ideal seringkali dilakukan oleh orang-orang dengan cara yang kurang benar. Terkadang orang lebih fokus pada hasil penurunan berat badan setelah diet tanpa memperhatikan apakah cara tersebut benar dan sehat.

Cara diet yang efektif menurut kebanyakan orang merupakan cara diet yang mudah dilakukan dan dapat dengan segera menurunkan berat badan.

Para ahli sering menekankan bahwa sarapan sangat penting dan tidak boleh terlewatkan. Mengurangi jumlah asupan kalori dapat dengan memilih makanan yang rendah kalori atau mengurangi jumlah porsi makan tanpa harus melewatkan waktu makan, termasuk sarapan.

Sebenarnya sarapan di pagi hari justru benar-benar dapat membantu seseorang untuk dapat mencapai berat badan sesuai yang diinginkan.

Tiga alasan mengapa sarapan dapat membantu menurunkan berat badan:

1. Sarapan memulai metabolismeJika seseorang melewatkan makan pertama di suatu hari, maka metabolisme seseorang tersebut benar-benar melambat untuk menghemat energi. Hasil studi menunjukkan bahwa, mereka yang sarapan pagi secara rutin justru dapat menurunkan atau mempertahankan berat badan.

Seseorang yang secara rutin sarapan juga lebih mungkin untuk berolahraga secara teratur. Jadi pastikan tetap melakukan sarapan pagi, dan melakukannya dalam satu jam setelah bangun tidur.

2. Membatasi gula dan menambahkan protein serta serat lebih banyak untuk sarapanProtein dapat mengurangi ketagihan terhadap permen dan makanan manis lainnya. Jumlah protein yang tinggi dalam pilihan sarapan yang populer seperti yoghurt, biji-bijian, dan telur akan memberikan energi yang cukup.

Sehingga akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis, dan tinggi kalori seperti kue dan minuman seperti kopi.

3. Serat dapat mengenyangkan lebih lama dan meratakan perutSereal yang terbuat dari biji-bijian, dan buah-buahan segar keduanya merupakan pilihan sarapan yang tepat karena sereal mengandung serat tinggi. Serat tidak hanya membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga seseorang menurunkan keinginanan seseorang untuk ngemil di antara waktu makan.

Asupan serat dalam jumlah yang cukup juga mengurangi kembung yang terkait dengan sembelit, sehingga membuat perut terlihat lebih datar atau tidak buncit.

Rabu, 19 Oktober 2011

Kesalahan-Kesalahan Umum yang Bikin Diet Gagal

Ngerumpi-Ah! - Sudah berdiet, tetapi tubuh tetap gemuk? Mungkin ada yang salah dengan diet Anda. Dr Amanda Sainbury-Salis, penulis buku Weight-Loss Plant Works, mengidentifikasi kesalahan yang sering dilakukan orang yang menjalani diet. Selain tidak cermat memonitor rasa benar-benar lapar, dia juga menemukan bahwa orang yang gagal diet biasanya:

1. Tidak mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah memadai.
Orang yang gagal diet biasanya baru merasakan kepuasan setelah mengonsumsi makanan tinggi kalori. Untuk menyiasatinya, tambahkan sedikit minyak zaitun atau mentega dalam makanan. Segera setelah Anda mendapatkan kembali sinyal lapar, Anda akan belajar bahwa minyak zaitun dan mentega tidak hanya membuat makanan lebih lezat, tetapi juga meningkatkan nilai kepuasannya.

2. Banyak mengudap dan mengasup minuman tinggi kalori.

Meski ukurannya kecil, camilan biasanya menggemukkan, seperti halnya alkohol. Terutama alkohol, sering salah memberikan sinyal bahwa tubuh sedang kelaparan.

3. Konsumsi makanan itu-itu saja.
Tubuh paling tidak membutuhkan 30 jenis makanan yang berbeda dalam seminggu untuk memasok kebutuhan akan nutrisi. Bila diet yang dijalankan mengurangi salah satu jenis nutrisi, tubuh seperti mendapat perintah untuk terus makan sampai mendapatkan jenis nutrisi yang dibutuhkan.

4. Diet terlalu sempurna.
Menuruti semua jenis makanan yang dilarang dapat membuat kita pada kondisi makan sebanyak-banyaknya bila menjumpai makanan tersebut. Sebaiknya tetap konsumsi dalam porsi kecil.

5. Tidak melakukan aktivitas fisik dalam jumlah cukup.

Paling baik adalah berolahraga moderat, dengan porsi 60-90 menit, setiap hari. Pilih jalan kaki tergopoh-gopoh yang bisa dilakukan setiap saat

Senin, 25 Juli 2011

Diet Kok Malah Bikin Gampang Emosi

Ngerumpi-Ah! - Cobaan saat sedang berdiet ternyata tidak hanya gampang merasa lapar, melainkan juga mudah naik darah alias marah-marah. Biasanya, Anda mungkin akan berpikir bahwa emosi yang mudah naik ini disebabkan rasa lapar. Namun, studi terbaru yang dimuat dalam  Journal of Consumer Research mengatakan bahwa letupan kemarahan dan mood yang mudah berubah itu ternyata disebabkan Anda sedang menahan diri. Iya, maksudnya menahan diri supaya tidak melahap makanan yang "dilarang" saat diet. Tepat sekali!

"Sikap menahan diri yang sering dilakukan orang-orang yang sedang berdiet terbukti dapat membuat mereka jadi lebih berlaku agresif terhadap orang lain. Itu sebabnya, orang yang sedang diet biasanya mudah tersinggung serta marah," kata David Gal, peneliti dari Northwestern University; dan Wendy Liu dari University of California, San Diego.

Selain itu, para peneliti juga menemukan, orang yang sedang berusaha menahan diri cenderung menonton film yang temanya seputar kemarahan dan lebih tertarik untuk melihat gambar-gambar orang dengan ekspresi marah.

Kesimpulannya, bila memang Anda ingin menjalankan pola makan tertentu untuk hidup lebih sehat, sebaiknya hal itu dilakukan dengan sukarela dan hindari beranggapan Anda sedang menahan diri untuk menyantap makanan yang tidak sehat. Kuncinya ada pada pikiran Anda!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More