Rabu, 08 April 2015

Hati-hati Terlalu Lama Nonton TV Picu Risiko Diabetes!

Ngerumpi-Ah!- Menonton televisi menjadi salah satu pilihan untuk melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Namun sebaiknya, jangan terlalu lama menontonnya karena riset terbaru menunjukkan bahwa terlalu banyak duduk di depan TV dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

Seseorang yang rutin duduk di depan TV setiap jamnya dapat meningkatkan risiko terkena diabetes sebanyak 3,4 persen. Para peneliti percaya bahwa terlalu banyak duduk dan tidak bergerak dapat membuat berat badan naik. Hal ini adalah salah satu faktor yang dapat memicu munculnya diabetes.

Penelitian ini melibatkan 3.234 pria dan wanita berusia di atas 25 tahun yang memiliki kelebihan berat badan. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan bagaimana cara mencegah mereka agar tidak terkena diabetes tipe 2.

Kemudian para partisipan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diberikan obat metformin, yaitu obat untuk penderita diabetes tipe 2, khususnya untuk orang-orang dengan kelebihan berat badan dan fungsi ginjalnya normal. Kelompok lainnya tidak diberikan obat, hanya diharuskan untuk meningkatkan tingkat aktivitas mereka, dan kelompok terakhir diberikan tablet placebo, yaitu tablet dengan kandungan gula dan susu yang mirip dengan obat sungguhan.

Pada awal penelitian, ketiga kelompok ini menghabiskan total waktu sekitar 140 menit untuk menonton TV dan 400 menit duduk di tempat kerja. Hasilnya, kelompok yang lebih banyak melakukan aktivitas menghabiskan waktu lebih sedikit duduk di depan TV dan di kantor. Sekitar 37 menit waktunya digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang memerlukan banyak gerakan.

Sedangkan mereka yang diberikan obat metformin dan tablet placebo hanya dapat mengurangi waktu sekitar sembilan menit duduk di depan tv. Peneliti menjelaskan, risiko munculnya diabetes meningkat sebanyak 3,4 persen dalam satu jam duduk di depan tv yang telah diteliti berdasarkan usia, jenis kelamin, dan faktor-faktor lainnya.

Penelitian ini telah dipublikasikan di dalam Diabetologia, sebuah jurnal dari European Association for the Study of Diabetes. "Upaya yang bisa dilakukan untuk kesehatan di masa depan harus fokus kepada peningkatan aktivitas, mengurangi berat badan dan mengurangi duduk terlalu lama," ujar dr. Andrea Kriska dari University of Pittsburgh selaku ketua penelitian.

Di Inggris sendiri, rata-rata waktu yang dihabiskan untuk menonton TV adalah empat jam setiap harinya dan di Amerika sekitar lima jam per hari. Jika seseorang tetap duduk diam tanpa melakukan aktivitas apa pun, dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit jantung yang ditandai dengan obesitas dan diabetes.

Sebelumnya, penelitan lain telah menemukan bahwa orang-orang yang menonton TV enam jam setiap harinya dapat memperpendek umur mereka sebanyak lima tahun dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pernah atau jarang menonton TV. Rata-rata orang dewasa menghabiskan 90 persen waktu luang mereka untuk duduk di depan TV. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hal ini berarti kurang dari setengah orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik.

Juru bicara organisasi Diabetes UK Richard Elliott mengatakan bahwa melakukan aktivitas fisik dan tidak terlalu lama duduk serta mengonsumsi makanan yang sehat adalah cara terbaik untuk mencegah diabetes tipe 2. Ia melanjutkan, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa menonton TV menjadi penyebab langsung dari diabetes tipe 2, dan juga tidak membandingkan dampak menonton TV dengan dampak kegiatan aktivitas lainnya seperti membaca atau bergerak.

"Tetapi hal ini bisa menjadi bukti bahwa sedikit waktu yang dihabiskan untuk duduk di depan TV dapat membantu mengurangi potensi terkena diabetes," katanya.

Hati-hati Kekurangan Vitamin D Bisa Sebabkan Depresi

Ngerumpi-Ah!- Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Oregon State University menunjukkan hubungan antara rendahnya tingkat Vitamin D dan risiko depresi pada wanita muda sehat.

Untuk melakukan penelitian ini, para ahili merekrut 185 wanita muda berusia 18-35 tahun. Peneliti mengukur tingkat Vitamin D dari sampel darah dan para peserta diminta untuk mengisi survei gejala depresi.

Setelah dilakukan penelitian selama lima minggu, peneliti menemukan lebih 75 persen peserta melaporkan gejala depresi klinis yang signifikan setiap pekan selama penelitian.

Peneliti percaya bahwa wanita muda dengan tingkat vitamin D rendah lebih rentan memiliki gejala depresi klinis signifikan. Hasil studi tersebut tetap konsisten meskipun peneliti memperhitungkan kemungkinan penjelasan lainnya, seperti waktu tahun, aktivitas fisik dan menghabiskan waktu di luar ruangan.

Vitamin D merupakan nutrisi penting yang membantu meningkatkan kesehatan tulang dan fungsi otot. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kekebalan tubuh yang buruk, beberapa jenis kanker, dan penyakit jantung.

Dari studi tersebut para ahli juga merekomendasikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D sebanyak 600 IU per hari. Ini bisa didapatkan ketika kulit kita terkena sinar matahari, karena tubuh kita secara otomatis akan menghasilkan Vitamin D.

Vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan juga suplemen-suplemen lainnya. -

5 Tips Jitu Padu Padan Biar Hijab Makin Trendy untuk ke Kantor

Ngerumpi-Ah!- Beberapa hijabers masih suka bingung memadupadankan busana mereka ketika pergi ke kantor, terutama saat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, hukum, atau kantor resmi lainnya. Mungkin bagi yang bekerja di bidang kreatif masih bisa memadupadankan busana sesuai gaya personal masing-masing menggunakan celana jeans hingga berbagai jenis outerwear. Berikut tips padu padan busana ke kantor.

1. Pakai Blazer
Blazer membuat penampilan terlihat lebih formal. Untuk hijabers, blazer juga bisa menutupi lekuk pinggang terutama yang berpotongan hingga sepaha Anda. Tidak hanya itu, blazer juga akan membuat penampilan wanita berhijab lebih sopan karena menutupi dada. Pilih blazer warna netral seperti navy blue, hitam, putih, nude, atau krem.

2. Pilih Busana Sesuai Bidang Pekerjaan
Fashion blogger hijab populer asal Malaysia, Shea Rasol, menyarankan agar memadupadankan hijab sesuai dengan bidang Anda. Hijabers yang bergerak di bidang perbankan tentu berbeda wanita yang mengabdi di perusahaan desain atau media massa. Cocokkan gaya busana dengan bidang perusahaan yang dituju.

Sebagai contoh, ketika akan bekerja di bank, Anda harus tampil rapi dan tidak bisa menggunakan banyak warna hanya monokrom untuk terlihat profesional. Namun saat akan bekerja di media kreatif, Anda bisa mengeksplorasi gaya untuk tampil stylish.

3. Simple
Tetaplah bergaya simpel ketika pergi ke kantor. Hindari menerapkan busana bertumpuk yang bisa membuat penampilan terkesan berlebihan. Cukup memakai kemeja, celana bahan berpotongan lurus atau palazzo, serta dilengkapi blazer. Anda juga bisa melakukan variasi luaran, jika tidak menggunakan blazer dapat memadukannya dengan coat atau vest. Ada pula long outerwear hingga mata kaki yang membuat penampilan terlihat stylish sekaligus lebih menutupi lekuk tubuh.

Pengaplikasian jilbab juga penting diperhatikan. Hindari menerapkan kreasi jilbab unik. Gaya jilbab ala wanita Turki atau Rusia cocok diterapkan saat bekerja karena sederhana tapi formal.

4. Perhatikan Material Jilbab
Ketika ingin mendapatkan penampilan yang profesional, perhatikan pemilihan material scarf Anda. Sebaiknya pilih yang materialnya bisa membuat penampilan terlihat elegan seperti satin atau sutera. Hindari menggunakan jilbab paris terutama bila bekerja di perusahaan yang menuntut Anda harus selalu terlihat profesional. Mengapa? Jilbab paris terbuat dari material katun tipis yang tampak murah dan kurang cocok dipakai ke kantor.

5. Pilih Warna yang Netral
Pilih warna yang netral untuk diterapkan ke kantor. Padu padan busana warna netral membuat penampilan terlihat lebih formal. Hindari menggunakan busana penuh motif atau tabrak warna yang bisa terkesan berlebihan dan tidak sesuai tempatnya. Begitu pula pemilihan jilbab, sebaiknya tidak memilih scarf warna-warni atau memiliki corak yang terlalu menarik perhatian. Pastikan selalu menambahkan warna netral untuk membuat penampilan terlihat seimbang. Hal tersebut juga disarankan oleh desainer muda sekaligus ikon hijabers Indonesia, Dian Pelangi.

Selasa, 07 April 2015

5 Faktor yang Membuat Berat Badan Mudah Naik-Turun

Ngerumpi-Ah! Keberhasilan diet biasanya diukur dari berapa banyak penurunan berat badan. Menimbang berat badan pun menjadi ritual yang tidak dilewatkan begitu para pelaku diet mulai menjalankan program pelangsingan.

Namun angka kilogram yang terlihat pada timbangan ternyata tidak selalu merefleksikan apakah diet yang dilakukan berhasil atau tidak. Sebab, banyak faktor yang menyebabkan berat badan seseorang naik atau turun dan ini beberapa di antaranya.

1. Komposisi Tubuh
Berat badan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam tubuh manusia terdapat lemak, tulang, otot dan air. Faktor-faktor itulah yang sangat berpengaruh terhadap bobot Anda. Dalam sehari, berat Anda bisa saja turun sebanyak 1-2 kilogram namun esok harinya bisa kembali bertambah.

2. Asupan Makanan dan Minuman
Jika Anda menimbang segera atau satu jam setelah makan, sudah tentu alat timbangan akan menunjukkan perubahan berat badan. Setelah makan, berat badan Anda akan bertambah sekitar 500 gram hingga 1 kg. Sementara segelas air putih yang diminum sesaat sebelum naik timbangan bisa 'menipu' berat badan Anda sebenarnya, menambah 250-500 gram.

3. Waktu
Berat badan Anda paling ringan saat di pagi hari saat bangun tidur, terutama setelah Anda buang air besar. Sementara di malam hari, berat badan bisa bertambah hingga 1 kg.

4. Pilihan Makanan
Makan berat atau terlalu banyak minum alkohol di malam hari akan menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Sehingga ketika bangun di keesokan paginya, berat badan Anda bisa bertambah hingga 2 kg.

5. Aktivitas Fisik
Jika Anda melakukan latihan kardio dan kekuatan secara rutin, kemungkinan besar tubuh akan mengubah lemak menjadi otot. Seperti diketahui, otot lebih padat daripada lemak sehingga berat badan bisa saja bertambah beberapa gram atau kilogram ketika Anda menimbangnya.

Begitu banyak faktor yang memengaruhi berat badan, sehingga bobot tubuh Anda sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan diet. Menimbang berat badan pun sebaiknya tidak dilakukan setiap hari, karena bisa 'menipu' Anda.

Seperti dikutip dari Health Me Up, Anda disarankan menimbang berat badan dua minggu atau sebulan sekali saja. Cara ini akan lebih efektif untuk mengontrol perubahan berat badan atau mempertahankan berat badan yang menurut Anda sudah cukup ideal. Selain itu Anda juga perlu menambahkan indikator lain dengan mengukur lebar lingkar pinggang dan penghitungan indeks massa tubuh.

Cara Mengontrol Nafsu Seksual

Ngerumpi-Ah! Banyak situasi yang mengharuskan kita mengontrol dorongan seksual, misalnya saat terpisahkan jarak dengan pasangan, sedang melakukan perjalanan spritual, atau pasangan sedang sakit keras.

Gairah seksual yang berbeda dengan pasangan juga bisa membuat kita terpaksa menahan diri bila pasangan merasa tidak mood untuk bercinta. Ada pula kondisi yang membuat seseorang punya kebutuhan untuk bercinta setiap hari atau bisa tiga kali dalam satu malam.

Kebanyakan orang merasa frustasi jika kebutuhan biologis memanggil untuk menyalurkan hasrat bercinta. Memang Anda bisa saja memilih jalan instan, misalnya dengan "jajan". Tetapi risiko kesehatan dan juga larangan agama membuat Anda harus berpikir dua kali sebelum melakukannya.

Tetapi sebenarnya kita juga bisa mengontrol libido dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup berikut. Ikuti beberapa langkah berikut ini:

Langkah 1
Konsultasikan pada dokter jika dorongan seksual Anda terlalu tinggi (hiperseksual). Dorongan seks yang terlalu tinggi juga bisa menjadi tanda gangguan mental seperti gangguan bipolar atau kanker adrenal. Jika ada gejala Anda mengalami kecanduan seks, dokter akan merujuk Anda pada terapis profesional. Beberapa jenis obat juga cukup efektif untuk menekan libido.

Langkah 2
Hindari rangsangan seksual, misalnya tidak menonton film porno atau membaca buku yang mendeskripsikan hubungan seks. Alihkan perhatian Anda dari objek atau orang yang menimbulkan gairah seksual.

Langkah 3
Lakukan olahraga. Buatlah tubuh Anda sibuk dan aktif sehingga Anda tidak terlalu merasa frustasi.

Langkah 4
Sebaiknya jangan melakukan masturbasi. Jika Anda mulai terangsang, pikirkan hal-hal yang berbau nonseksual dan lakukan aktivitas lain sampai perasaan tersebut berlalu.

Langkah 5
Lakukan aktivitas hobi bersama pasangan untuk mendekatkan diri dengan cara lain. Misalnya bergabung dengan komunitas hobi atau menjadi relawan kegitan sosial.

Langkah 6
Berhentilah konsumsi alkohol atau obat terlarang, terutama jika kebiasaan tersebut bisa mengurangi kesadaran dan menyebabkan Anda melakukan sesuatu yang akan disesali nantinya.

Manfaat Bercinta Secara Aktif Pada Saat Hamil

Ngerumpi-Ah! Berhubungan seks saat hamil aman dan tetap disarankan oleh para dokter. Asalkan kehamilan sehat dan kuat, bercinta saat hamil justru memberikan banyak manfaat, baik bagi istri maupun suami.

Dokter spesialis kebidanan UF Bagazi, SpOG dari Brawijaya Woman & Children Hospital mengatakan, berhubungan seks saat hamil bisa dilakukan sejak trimester pertama hingga ketiga, tergantung kenyamanan dari pasangan.

"Kenyamanan berhubungan seks bervariasi tergantung individu. Umumnya wanita mengalami penurunan minat berhubungan di trimester awal sehingga mungkin mereka tidak merasa nyaman. Sebagian wanita mungkin tidak merasakannya, namun merasa tidak nyaman di trimester akhir karena perutnya yang sudah besar," tutur Bagazi.

Kendati demikian, banyak keuntungan yang didapat dari kegiatan bercinta saat hamil. Berikut Bagazi menuturkannya beberapa di antaranya.

1. Meningkatkan keintiman
Bukan hanya memenuhi kebutuhan biologis, berhubungan seks akan meningkatkan keintiman pasangan. Saat hamil wanita cenderung mencurahkan perhatiannya pada kehamilannya sehingga mungkin membuat kemesraan sedikit berkurang.

2. Meningkatkan sirkulasi darah
Berhubungan seks memicu produksi adrenalin dan meningkatkan denyut jantung, sehingga sirkulasi darah menjadi meningkat. Sirkulasi darah yang meningkat dapat memperbaiki suplai oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin.

3. Analgesik
Kegiatan bercinta dengan pasangan akan meningkatkan produksi hormon bahagia yaitu erdorfin. Hormon ini dapat mengurangi rasa nyeri sehingga berfungsi sebagai analgesik.

4. Kulit halus
Bercinta saat hamil dapat membuat kulit menjadi lebih halus. Alasannya, bercinta membantu meningkatkan hormon estrogen yang menghaluskan kulit.

5. Membakar lemak
Kegiatan bercinta sudah diketahui dapat meningkatkan pembakaran lemak, begitu pula yang dilakukan saat kehamilan. Maka kegiatan bercinta mungkin dapat membantu menjaga berat badan tidak naik berlebihan di saat hamil.

Cegah Diabetes dengan 4 Butir Telur Seminggu

Ngerumpi-Ah! Diabetes merupakan penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat di Indonesia. Kebanyakan terjadi karena pola hidup yang tidak sehat sehingga menyebabkan diabetes tipe 2.

Pola hidup sehat pun dapat diatur dengan membatasi asupan makanan yang manis dan berlemak, serta olahraga teratur. Berdasarkan studi terbaru, diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan rutin konsumsi telur.

Menurut  peneliti dari Skandinavia, orang yang mengosumsi  empat telur per minggu memiliki 37 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibanding orang yang hanya konsumsi satu telur per minggu.

Berdasakan penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, konsumsi telur secara teraur dapat mengurangi kadar glukosa dalam darah. Namun, konsumsi telur lebih dari empat telur seminggu tidak disarankan karena tak akan memberikan hasil yang signifikan.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh University of Eastern Finland justru menilai telur adalah makanan yang tinggi kolesterol sehingga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Namun, menurut profesor epidemiologi gizi dari Universitas Eastern Finland Jyrki Virtanentidak ada bukti yang kuat untuk itu.

Selain telur, peneliti juga menemukan bahwa konsumsi makanan seperti  susu tinggi lemak, seperti yogurt dan keju juga dapat mengurangi risiko diabetes.

"Orang-orang yang makan produk susu tinggi lemak memiliki risiko 23 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan sedikit,” kata dokter Ulrika Ericson.

Meski begitu, para peneliti juga menyebutkan bahwa populasi orang yang sering makan telur di Finlandia pada umumnya juga memiliki gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, rajin berohraga, serta aktif secara fisik. Dengan kata lain, makan telur bukan satu-satunya faktor yang mencegah diabetes, kita juga harus mengimbanginya dengan pola hidup yang sehat dan aktif.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More