Rabu, 08 April 2015

5 Tips Penting yang Wajib Dipersiapkan Saat Lari Agar Tak Cedera

Ngerumpi-Ah!- Lari atau jogging merupakan cara mudah juga sederhana jika Anda ingin memulai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh. Meski begitu, lari juga termasuk jenis olahraga intensitas tinggi yang memicu percepatan detak jantung serta membutuhkan banyak energi dan stamina tubuh yang baik.

Jika Anda ingin mencoba berlari, baik sebagai aktivitas rutin maupun lomba marathon yang belakangan ini sering diselenggarakan dan menjadi tren gaya hidup, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ketika berlari, Anda perlu memikirkan segala sesuatunya dari ujung kepala hingga kaki. Ini hal-hal yang dibutuhkan untuk menunjang performa lari Anda dan mencegah cedera.

1. Sepatu Lari
Reza Puspo, pendiri komunitas IndoRunners mengatakan, sepatu adalah hal utama yang harus dipikirkan. Sebab kaki adalah landasan dalam bergerak. Ketika berlari, anggota tubuh yang pertamakali terhentak adalah kaki. Sepatu lari pun tidak perlu yang terlalu mahal asalkan pas dan nyaman dikenakan pada kaki Anda, karena struktur kaki tiap orang berbeda-beda.

"Sepatu paling penting, karena beban semua ada di kaki. Tapi harus diingat nggak semua sepatu mahal itu enak dipakai. Cari yang cocok dengan ukuran dan struktur kaki. Sol sepatunya mesti enak ketika dipakai lari," tutur Ibnu Jamil, aktor yang kini juga aktif sebagai pelari.

2. Pakaian
"Sebaiknya pakai baju yang tidak menahan basa terlalu lama. Cari yang (berlabel) sports dry atau dry fit," saran Reza.

Jika tidak memiliki baju sports dry, Anda bisa mengenakan T-shirt berbahan katun yang mudah menyerap keringat namun cepat juga keringnya. Bisa juga menggunakan baju berbahan spandeks.

3. Topi dan Kacamata
Saat berlari di cuaca yang sangat panas, sangat penting untuk mengenakan topi dan kacamata hitam. Rian Krisna, pelari yang juga anggota komunitas IndoRunners Bandung mengatakan, selain melindungi kepala dan mata dari teriknya matahari, topi dan kacamata juga berfungsi memperlambat proses dehidrasi pada tubuh.

4. Air Minum
Untuk Anda yang mengikuti lomba marathon misalnya 5K atau 8K, botol berisi air minum juga sangat penting disiapkan. Menurut Rian, Anda harus tahu kebutuhan air sendiri. Bawalah botol minum sendiri dan tidak terlalu mengandalkan water station (pos minum yang biasanya disediakan di beberapa titik jalur berlari). Anda perlu mencukupi kebutuhan setidaknya sebelum, saat dan setelah berlari.

5. Istirahat Cukup
"Istirahat nggak boleh lupa. Kalau kurang istirahat, itu sangat pengaruh (ke stamina tubuh). Jangan besoknya mau lari, malamnya jam 12 baru tidur," ujar Melanie Putria, presenter dan mantan Puteri Indonesia 2002 yang aktif menjadi pelari sejak 2011.

Jika satu hari sebelum hari H Anda benar-benar tidak bisa tidur karena gugup --dan itu wajar terjadi-- maka usahakan minimal dua hari sebelumnya sudah beristirahat cukup. "Misalkan Minggunya lomba, Sabtu oke kalau kurang tidur karena nervous. Maka Jumat paksain tidur," ujar Melanie.

6 Hal Penting yang Didampakan para Wanita dari Seorang Pria

Ngerumpi-Ah!- Pria yang menarik pastilah akan mencuri hati wanita, termasuk pria berkarakter yang dinilai lebih memiliki kepribadian dan tidak membosankan. Namun, apa yang sebenarnya harus dicari dari seorang pria untuk menjalani hubungan jangka panjang dan serius?

Mengutip situs Stylecaster, berikut adalah beberapa kualitas karakter dan kepribadian yang harus diperhatikan dari seorang pria sebelum menjalani hubungan serius.


1. Selera Humor 
Ketika seorang pria memiliki selera humor yang baik, maka kepribadiannya akan menarik pula. Sebenarnya, pria yang dapat membuat Anda tertawa dan membantu Anda melihat sisi baik ketika sedang menghadapi masalah adalah tipe pria idaman.

2. Kehormatan 
Integritas, kehormatan, dan loyalitas adalah ibarat tulang punggung yang menopang kaum pria. Pria yang teguh dengan pendiriannya, tidak mudah terpengaruh, dan memiliki moral yang kuat pastilah merupakan pasangan yang baik untuk Anda.

3. Ramah 
Meski Anda mudah terpikat dengan pria nakal, pasti Anda juga akan terpikat dengan pria yang memperlakukan Anda dengan baik. Pria yang ramah dan hangat pasti akan memikat wanita yang memiliki sifat serupa. Siapa yang tak suka pria yang rendah hati, baik dengan teman-teman Anda, mudah terlibat dalam perbincangan, dan tidak selalu berprasangka?

4. Percaya Diri
Rasa percaya diri adalah kunci bagi seorang pria untuk membawa dirinya. Bagaimana tidak, siapa yang ingin bersama pria yang terus-menerus merasa tidak nyaman dengan sekitarnya dan tergantung secara berlebihan pada orang lain?

5. Kasih Sayang 
Ya, memamerkan kemesraan di depan umum memang kadang menyebalkan, tapi tidak bila dilakukan sewajarnya. Pria yang tidak segan menggenggam tangan, mencium kening, atau merangkul Anda di depan umum pastilah sangat menarik dan mampu membuat Anda merasa begitu spesial.

6. Cerdas 
Jika Anda berhubungan dengan pria yang memiliki kecerdasan, Anda pun akan dengan mudah terkait dengan dia dalam hal emosional dan seksual. Anda tidak akan kehabisan bahan perbincangan dengannya, saling memberi tantangan, dan hubungan Anda pun akan tetap menarik serta berarti dalam jangka waktu yang lama.

7 Mitos Aneh Seputar Bra

Ngerumpi-Ah!- Banyak wanita yang mungkin nyaman berbicara mengenai pinggul, lengan dan bagian tubuh lain. Tapi bagaimana dengan payudara? Untuk menjaga payudara ini, para wanita pasti menggunakan bra yang membuat nyaman. Sayangnya penggunaan bra sering dikaitkan dengan mitos-mitos penyakit seperti kanker payudara. Berikut ulasan 7 mitos seputar bra ini, seperti yang dikutip liputan6.com

1. Tidur menggunakan bra membuat payudara nyaman
Nyatanya, ini adalah mitos besar. Menggunakan bra saat tidur, benar-benar tidak nyaman.

2. Menggunakan bra berisiko kanker payudara
Sejauh ini tidak ada bukti yang jelas untuk mendukung ini. Mitos ini bermunculan sejak tahun 90-an ketika beberapa peneliti menyatakan bahwa bra dapat mengikat jaringan payudara dan meningkatkan risiko kanker. Tapi hingga kini, penelitian ini belum dibenarkan sekalipun.

3. Tidak menggunakan bra bisa membuat payudara kendur
Kebanyakan wanita percaya bahwa tidak memakai bra membuat payudara kendur. Tapi ini hanya mitos, karena tidak memakai bra hanya membawa payudara Anda ke bentuk aslinya.

4. Tidur menyamping bisa membuat bentu payudara tidak merata
Siapa yang percaya hal ini? sejumlah wanita pasti pernah mendengarnya. Padahal tidur di satu sisi juga tidak akan ada pengaruhnya pada ukuran payudara.

5. Agar payudara lebih besar gunakan sport bra
Sport bra dirancang untuk kenyamanan dan tidak ada hubungannya dengan ukuran payudara Anda. Dan yang penting Anda ketahui, sport bra tidak dirancang untuk memperbesar payudara dengan cara apapun.

6. Mengenakan bra saat tidur menyebabkan kanker payudara
Tidak ada bukti substansial untuk membuktikan penggunaan bra saat tidur menyebabkan kanker payudara. Anda mungkin tidak memakainya karena tidak nyaman. Tapi kalau alasannya penyebab kanker, belum ada penelitian mengenai hal tersebut.

7. Ukuran bra tidak begitu penting
Ini jelas mitos. Pastikan mengenakan bra dengan ukuran yang tepat dan tali karetnya tidak sampai naik ke punggung. Ukuran bra yang pas akan membuat payudara Anda nyaman.

Ini 4 Faktor Penting Mengapa Pria Lebih Mudah Turunkan Berat Badan Ketimbang Wanita

Ngerumpi-Ah!- Menurunkan berat badan umumnya dilakukan dengan menjalani diet sehat dan rutin olahraga. Fakta menarik terungkap, bahwa perbedaan gender turut berpengaruh terhadap keberhasilan diet yang dilakukan seseorang. Sejumlah penelitian menunjukkan, pria lebih cepat turun berat badannya dibandingkan wanita.

Retailer asal Inggris, Marks & Spencer, melakukan survei yang melibatkan 1.850 reponden pria dan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria cenderung lebih cepat menurunkan berat badan serta lebih mampu mempertahankannya agar tidak kembali gemuk.

Penelitian lainnya juga menunjukkan kalau pria lebih 'hebat' soal urusan diet ketimbang wanita. Studi tersebut membandingkan pria dan wanita yang menjalani berbagai program diet populer seperti Atkin, SlimFast, Rosemary Conley dan Weight Watchers.

Dalam dua bulan, pria berhasil menurunkan berat badan dua kali lebih banyak ketimbang wanita. Kenapa pria bisa lebih mudah turun berat badan dibandingkan lawan jenisnya? Ini beberapa alasannya yang mungkin bisa para wanita tiru.

1. Metabolisme Tubuh Pria Lebih Cepat
Secara umum, anatomi tubuh pria lebih besar ketimbang wanita. Semakin besar tubuh maka energi yang terbakar ketika bergerak lebih banyak, bahkan ketika hanya duduk di sofa sambil melakukan aktivitas ringan. Metabolisme tubuh pria juga lebih cepat ketimbang wanita sehingga kalori yang terbakar setiap harinya juga lebih banyak. Yang perlu dilakukan pria jika ingin turunkan berat badan hanya satu, cukup mengurangi porsi makan.

2. Pria Lebih Berotot
Pria cenderung memiliki otot lebih banyak daripada wanita. Tubuh dengan komposisi otot yang lebih tinggi artinya bisa membakar kalori lebih banyak dalam waktu singkat. Jika pria rajin melakukan aktivitas kardiovaskular (mempercepat detak jantung) seperti jogging, berenang, aerobik dan treadmill maka mereka tentu akan lebih cepat turun berat badan dan melangsing ketimbang wanita. Maka dari itu, disarankan para wanita untuk melakukan latihan pembentukan otot terlebih dahulu, lalu diikuti atau diserta dengan latihan kardiovaskular.

3. Kombinasi Diet Sehat dan Olahraga
Survei yang dilakukan Marks & Spencer juga menunjukkan, sebanyak 28 persen pria mengombinasikan diet sehat dengan olahraga rutin. Sedangkan 23 persen memilih lebih banyak jalan sehat dan 20 persen mengurangi makanan tinggi lemak. Sekali pria bertekad untuk turunkan berat badan maka dia akan konsisten melakukannya hingga targetnya terpenuhi.

4. Wanita Kurang Disiplin
Kaum hawa cenderung memasang target penurunan berat badan yang lebih realistis, tapi sayangnya banyak di antara mereka yang tidak disiplin untuk mematuhi aturan diet sesuai waktu yang ditentukan. Wanita seringkali mudah tergoda untuk ngemil makanan berkalori tinggi karena ajakan teman.

Wanita yang Gemar Olahraga Lebih ‘Bahagia’ di Ranjang

Ngerumpi-Ah!- Bagi Anda kaum hawa yang memang suka bergerak dan gemar berolahraga, pertahankan hal itu.

Pasalnya, menurut sebuah penelitian, perempuan yang kerap berolahraga akan lebih mudah terangsang, lebih aktif saat bercinta, dan mengalami orgasme lebih cepat.

“Aktif secara fisik ternyata juga memiliki khasiat afrodisiak bagi perempuan,” kata Tina M Penhollow, profesor dari Florida Atlantic University.

Bila diamati, saat melakukan satu sesi olahraga, tubuh perempuan memproduksi hormon lebih banyak yang turut memicu gairah seksualnya.

Seperti yang dikutip dari metrotvnews.com, Menurut penelitian lain yang digelar University of Texas at Austin, 169 persen pelajar perempuan yang gemar bersepeda lebih mudah terangsang saat melihat film porno 20 menit lebih awal ketimbang mereka yang tidak.

“Lalu, olahraga juga akan membantu meredakan stres yang sekaligus memompa zat besi di dalam tubuh sehingga memicu gairah seks yang lebih besar,” kata Kim Chronister, penulis The Psychology Behind Fitness Motivation.

Hindari 10 Ucapan Ini Pada Saat Bertengkar dengan Pasangan

Ngerumpi-Ah!- Words can cut deeper than a knife. Berikut ini dikutip dari citacintacom 10 kata yang harus dihindari saat beradu mulut dengan si dia demi menyelamatkan hubungan kita dari bintang reality show Millionaire Matchmaker Patti Stanger.

1. Sumpah serapah
Untuk alasan apapun, jangan sampai, deh, kita melontarkan kata-kata makian atau mengutuk si dia saat beradu mulut. Bukankah kita akan marah jika seseorang memaki pasangan kita? Mari berpikir, sebelum bertindak.

2. Julukan kasar
Sama seperti sumpah serapah, hindari menjulukinya dengan sebutan kasar seperti: “Dasar tolol” atau “Dasar matre”. Ingatlah, kita sedang berdebat hebat dengan pasangan karena kita mencintainya.

3. Menyamakan dengan mantan
Cobalah untuk tidak menyamakan perilaku si dia dengan mantan. Misalnya saat ribut, kita mengeluh karena jarang dijemput, padahal mantan kita sebelumnya selalu siap sedia mengantar kita ke mana-mana. Kalau begitu caranya, lebih baik kita kembali saja pada mantan.

4. Minta putus
Biasanya pertengkaran akan berujung putus cinta dan itu wajar saja. Tapi sebaiknya kita nggak mengambil sebuah keputusan berpisah saat hati penuh amarah. Karena jika kita sudah mengatakannya, tidak ada yang dapat mengembalikan kata-kata tersebut. Jika memang ingin putus, lebih baik setelah kita tenang dan bisa berpikir rasional.

5. Benci Teman-temannya
Keributan yang terjadi hanya antara kita dan si dia, jadi nggak usah libatkan teman-temannya. Kalau pun kita memang nggak suka dengan temannya, jangan katakan hal itu saat bertengkar. Kalau tetap ngotot, sih, tambah memperparah keadaan dan hubungan sosial yang lebih rumit.

6. Benci keluarganya
Mungkin saja selama ini kita jengkel dengan nyokapnya, tapi jangan sekalipun kita mengucapkannya dalam pertengkaran. Persoalan keluarga adalah hal sensitif, salah bicara satu kata saja tentang orang-orang yang dicintainya, bisa bikin kita terusir dari kehidupannya. Nggak mau, kan?

7. Memihak mantan si dia
It’s a big no no! Jangan memihak mantannya untuk hal-hal yang sensitif apalagi saat berantem dengan si dia. Dia menjadi mantan karena sebuah alasan, dan jangan sampai kita menjadi mantan si dia karena hal bodoh yang kita katakan saat bertengkar.

8. Mencibir passion dan mimpinya
Cobalah untuk fokus pada topik pertengkaran dan tidak menyebar ke hal lain, apalagi menyerang mimpi danpassion-nya. Misalnya jangan mengecilkan band-nya yang tidak punya masa depan atau ‘menggugurkan’ mimpinya menciptakan galeri lukisan.

9. Berharap tidak pernah bertemu dengannya
Pertengkaran bisa menjadi sangat dramatis, tapi usahakan jangan bersikap berlebihan. Apalagi sampai bilang jika kita berharap nggak pernah bertemu dengannya. Memang, sih, perkelahian nggak menyenangkan, tetapi saat kita bilang hubungan yang terjalin selama ini sia-sia, malah bikin dia jauh lebih sedih dan kesal. Bisa saja kondisi ini berbalik menjadi dia yang tidak ingin bertemu kita selamanya.

10. Berharap dia mati
Please, deh, jangan lebay. Nggak peduli betapa emosinya kita, jangan pernah bilang kita berharap dia mati. Jangan salahkan dia, jika dia balik melontarkan hal lebih keji. Ujung-ujungnya, sih kita dan si dia sama-sama merasa tersakiti.

Hati-hati Terlalu Lama Nonton TV Picu Risiko Diabetes!

Ngerumpi-Ah!- Menonton televisi menjadi salah satu pilihan untuk melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Namun sebaiknya, jangan terlalu lama menontonnya karena riset terbaru menunjukkan bahwa terlalu banyak duduk di depan TV dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

Seseorang yang rutin duduk di depan TV setiap jamnya dapat meningkatkan risiko terkena diabetes sebanyak 3,4 persen. Para peneliti percaya bahwa terlalu banyak duduk dan tidak bergerak dapat membuat berat badan naik. Hal ini adalah salah satu faktor yang dapat memicu munculnya diabetes.

Penelitian ini melibatkan 3.234 pria dan wanita berusia di atas 25 tahun yang memiliki kelebihan berat badan. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan bagaimana cara mencegah mereka agar tidak terkena diabetes tipe 2.

Kemudian para partisipan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diberikan obat metformin, yaitu obat untuk penderita diabetes tipe 2, khususnya untuk orang-orang dengan kelebihan berat badan dan fungsi ginjalnya normal. Kelompok lainnya tidak diberikan obat, hanya diharuskan untuk meningkatkan tingkat aktivitas mereka, dan kelompok terakhir diberikan tablet placebo, yaitu tablet dengan kandungan gula dan susu yang mirip dengan obat sungguhan.

Pada awal penelitian, ketiga kelompok ini menghabiskan total waktu sekitar 140 menit untuk menonton TV dan 400 menit duduk di tempat kerja. Hasilnya, kelompok yang lebih banyak melakukan aktivitas menghabiskan waktu lebih sedikit duduk di depan TV dan di kantor. Sekitar 37 menit waktunya digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang memerlukan banyak gerakan.

Sedangkan mereka yang diberikan obat metformin dan tablet placebo hanya dapat mengurangi waktu sekitar sembilan menit duduk di depan tv. Peneliti menjelaskan, risiko munculnya diabetes meningkat sebanyak 3,4 persen dalam satu jam duduk di depan tv yang telah diteliti berdasarkan usia, jenis kelamin, dan faktor-faktor lainnya.

Penelitian ini telah dipublikasikan di dalam Diabetologia, sebuah jurnal dari European Association for the Study of Diabetes. "Upaya yang bisa dilakukan untuk kesehatan di masa depan harus fokus kepada peningkatan aktivitas, mengurangi berat badan dan mengurangi duduk terlalu lama," ujar dr. Andrea Kriska dari University of Pittsburgh selaku ketua penelitian.

Di Inggris sendiri, rata-rata waktu yang dihabiskan untuk menonton TV adalah empat jam setiap harinya dan di Amerika sekitar lima jam per hari. Jika seseorang tetap duduk diam tanpa melakukan aktivitas apa pun, dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit jantung yang ditandai dengan obesitas dan diabetes.

Sebelumnya, penelitan lain telah menemukan bahwa orang-orang yang menonton TV enam jam setiap harinya dapat memperpendek umur mereka sebanyak lima tahun dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pernah atau jarang menonton TV. Rata-rata orang dewasa menghabiskan 90 persen waktu luang mereka untuk duduk di depan TV. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hal ini berarti kurang dari setengah orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik.

Juru bicara organisasi Diabetes UK Richard Elliott mengatakan bahwa melakukan aktivitas fisik dan tidak terlalu lama duduk serta mengonsumsi makanan yang sehat adalah cara terbaik untuk mencegah diabetes tipe 2. Ia melanjutkan, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa menonton TV menjadi penyebab langsung dari diabetes tipe 2, dan juga tidak membandingkan dampak menonton TV dengan dampak kegiatan aktivitas lainnya seperti membaca atau bergerak.

"Tetapi hal ini bisa menjadi bukti bahwa sedikit waktu yang dihabiskan untuk duduk di depan TV dapat membantu mengurangi potensi terkena diabetes," katanya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More